Rizki Pristiwanto Rizki Pristiwanto Author
Title: BKSDA Yogyakarta Lepas Liarkan Satwa Dilindungi di Taman Nasional Baluran Situbondo
Author: Rizki Pristiwanto
Rating 5 of 5 Des:
infowargasitubondo .com  - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, melepas liarkan  9 ekor merak hijau (pavo muticus ), ...

infowargasitubondo.com  - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta, melepas liarkan  9 ekor merak hijau (pavo muticus ), 4 ekor berjenis kelamin jantan sedangkan 5 ekor betina, selain itu 3 ekor ular sanca bodo ( pithon murolus ), 1 ekor jantan dua ekor betina, kedalam hutan Taman Nasional Baluran Kecamatan Banyuputih Situbondo Jatim.Minggu (19/2).

Satwa Dilindungi tersebut merupakan hasil sitaan tim Mabes Polri bersama BKSDA Yogyakarta setahun lalu. Proses pelepasan menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang tengah berlibur di Taman nasional yang terkenal dengan africa van java.

Lima jantan dan empat betina burung merak hijau dilepaskan ditengan padang Savana baluran. Sementara tiga ular sanca bodo ( Phyton morulus ) dilepas dihutan Evergreen yang berjarak kurang lebih dua kilometer dari lokasi pelepasan burung merak.

Menurut kepala BKSDA Yogyakarta  Junita Parjanti. Hewan - Hewan tersebut merupakan hasil sitaan dari sejumlah warga yang dicurigai tengah melakukan transaksi jual beli satwa dilindungi setahun lalu.

"Benar saja ketika kami grebek di temukan puluhan hewan, Diantaranya satwa yang dilindungi, dipasar gelap untyk burung merak hijsu dengan usia dibawah dua tahun harganya Rp 300 - 500 ribu rupiah,"Terang Junita.

Dengar Harga yang cukup menggiurkan tersebut menjadi magnet tersendiri para pemburu hewan liar untuk mendapatkan rupiah. Sementara alasan kenapa Taman nasional Baluran menjadi tempat pelepasan Kepala BKSDA menganggap Taman nasional Baluran merupakan Habitat yang cocik bagi burung merak.

"Luasnya hutan Baluran dan berkembang biaknya merak penghuni Baluran menjadi alasan tersendiri bagi kami,"Tukasnya.

Sebelum dilepasliarkan, petugas BKSDA Memeriksa kesehatan satwa dilindungi tersebut, dengan disaksikan kepala taman nasional Baluran Ir.Bambang Sukendro dan wisatawan yang takjub dengan nuansa alam taman nasional Baluran.

"Ini pengalaman yang tidak bisa saya lupakan seumur hidup karena sudah menjadi saksi pelepasan burung tersebut, semoga dan saya ingin untuk kembali lagi kesini karena benar - benar serasa di africa saja,"Ucap Yuni Amelia salah satu wisatawan.

Taman Nasional Baluran dengan luas 1.500 hektar ini terdapat kurang lebih seribu limaratus ekor merak yang tersebar diseluruh hutan Baluran. Hewan dengan bulu menarik ini bisa dinikmati wisatawan saat sore hari daat mencari makan atau mencari pasangan.

Nitizen Journalist : TIK
Editor  : Joe Linglung

About Author

Advertisement

Posting Komentar

Silahkan berikan komentar/tanggapan Anda mengenai info ini. semoga bermanfaat. Salam Ceka'e Ate :)

 
Top